Bersiap Menyergap Perusak Bangsa

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2015 14:52 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan yang terdiri dari Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo 90 Korphaskas TNI AU berlatih mencegah kontinjensi aksi teror.

Pesawat Sukhoi terbang rendah dalam rangka latihan penangulangan teror (Latgultor) di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juni 2015. Latihan dilakukan sebagai salah satu uji coba sebelum Satuan Komando Operasi Khusus Gabungan TNI diresmikan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Dua helikopter mengitari Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015. Helikopter bersiap untuk menurunkan para nggota Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo 90 Korphaskas TNI AU. Latihan Gultor ini diikuti oleh 478 personel yang terdiri dari 180 personel Satpassus TNI dan 238 personel pendukung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Penerjun payung mendarat di Gedung Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu dalam rangka latihan penangulangan teror (Latgultor), Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015. Latihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo 90 Korphaskas TNI AU. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pasukan gabungan TNI menuruni bangunan bagian luar Hotel Borobudur dalam rangka latihan penangulangan teror (Latgultor), Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015. Latihan ini digelar untuk mengantisipasi dan merespon kemungkinan terjadinya kontinjensi aksi teror yang mengancam kepentingan bangsa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Latgultor kali ini menggunakan cukup banyak alutista. Mereka di antaranya adalah 12 helikopter, 2 heliMI-35, 6 heli, 314 bell TNI-AD, 6 Heli 412  Bell TNI AD, 2 Heli Beli 412 TNI AL, dan 2 heli TNI-AU, SA-330 Puma dan NAS 332 Superpuma. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Latihan ini menggunakan 9 unit Kendaraan Taktis, 15 unit Kendaraan Administrasi, 8 unit motor, 3 unit bomb trailer, 3 unit Kendaraan Explosive Ordnance Disposal (EOD), 1 unit Kendaraan Nuklir Biologi Kimia (Nubika).(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pasukan gabungan TNI melakukan pengamanan sandera sebagai latihan untuk meningkatkan interoperability antar Satuan Gultor TNI dalam melaksanakan fungsi, peran dan tugasnya secara terpadu di lapangan dalam satu kesatuan komando. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pasukan gabungan TNI melumpuhkan teroris di Hotel Borobudur dalam rangka latihan penangulangan teror (Latgultor), Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015. Pasukan mendapatkan materi berupa teknik dan taktik infiltrasi darat, laut dan udara; teknik menembak reaksi, teknik dan taktik pertempuran jarak dekat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Latihan ini juga menjadi tempat pelatihan teknik dan taktik perebutan cepat, teknik dan taktik pembebasan tawanan atau sandera, teknik dan taktik ship boarding, teknik penjinakan bahan peledak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Beberapa teknik yang dilakukan sepanjang latihan kali ini adalah tekni eksfiltrasi, teknik dan taktik Rubber Duck Operations (RDO), teknik dan taktik prosedur evakuasi serta pengawasan pengendalian operasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Iring-iringan pasukan gabungan TNI seusai melumpuhkan teroris di Hotel Borobudur dalam rangka latihan penangulangan teror (Gultor), Jakarta, Selasa, 9 Juni 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)