Hal tersebut berimbas pada kemungkinan tidak akan digelarnya rapat paripurna untuk membacakan surat pencalonan keduanya pada pekan ini. Padahal, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan rapat paripurna kemungkinan akan dilakukan pada Kamis (18/6) mendatang.
"Kami mau ada pertimbangan dan masukan dari masyarakat," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, Presiden Joko Widodo mencalonkan Sutiyoso menjadi Kepala BIN pada saat Bang Yos, sapaan Sutiyoso, masih menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Dicalonkan menjadi Kepala BIN, Sutiyoso pun dikabarkan siap menanggalkan jabatan ketua umum itu.
Diketahui, Sutiyoso akan menggantikan tugas yang selama ini diemban Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Marciano Norman sejak 19 Oktober 2011 silam. Sementara, Gatot Nurmantyo akan menggantikan Jenderal Moeldoko yang selama ini menjabat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 lalu. (Baca juga: Sutiyoso, Jenderal Lapangan yang Jadi Spion Jokowi)
Ini untuk kali pertama juga Kepala BIN juga adalah ketua umum partai. Sebelumnya, Kepala BIN umumnya berasal dari militer, terutama Angkatan Darat. Kepala BIN pernah berasal dari kepolisian saat Susilo Bambang Yudhoyono jadi presiden untuk periode pertama. Dia menunjuk mantan Kapolri Jenderal Polisi Soetanto menjadi Kepala BIN. Penunjukan ini juga memancing reaksi di masyarakat. (Baca juga: Bang Yos Miliki Harta Rp 23,05 Miliar dan 3 Harley Davidson)
(pit/hel)