Hendak Bebaskan Lahan Waduk Jatigede, Jokowi Rapat Kabinet

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2015 12:14 WIB
Hendak Bebaskan Lahan Waduk Jatigede, Jokowi Rapat Kabinet Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur. Waduk Jatigede dibangun dengan biaya Rp 1,15 triliun. (Dok Agus Trimukti/Humas PLN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Jokowi menggelar rapat kabinet terbatas guna membahas soal pembebasan lahan Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, beserta penanganan dampak sosialnya.

"Hari ini masalah Waduk Jatigede kita bahas bersama. Kita tahu waduk ini sejak zaman Bung Karno sampai sekarang belum bisa rampung karena masalah pembebasan lahan yang enggak segera diputuskan," ujar Jokowi ketika membuka rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

Jokowi mengatakan Waduk Jatigede penting karena bakal berdampak amat besar bagi wilayah sekitarnya. "Oleh sebab itu hari ini agar segera diputuskan mengenai pembebasan lahan dan penanganan dampak sosialnya," kata dia.


Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 600 miliar sebagai kompensasi yang akan diberikan kepada 11 ribu kepala keluarga (KK) yang rumahnya akan terendam air waduk Jatigede. Hal tersebut menjadi salah satu keputusan rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Ada banyak masalah yang belum terselesaikan dari pembangunan waduk ini. Salah satunya adalah pemberian kompensasi untuk 11 ribu KK yang nilainya sekitar Rp 600 miliar," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Kamis (20/11) ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian.

Menurut Basuki, pemerintah akan segera membayarkan dana kompensasi secepat mungkin setelah Keputusan Presiden dibuat. Selain masalah kompensasi, pemerintah juga dipusingkan oleh penggantian 80 ribu pohon milik Perhutani di kawasan hutan lindung yang akan terdampak pembangunan waduk.

"Memang urusan lahannya sudah selesai 99 persen dari total 1.389 hektare luas proyek waduk ini. Tetapi masalah sosialnya belum selesai. Ada 80 ribu pohon yang harus dibersihkan namun terhambat izin karena status lahannya. Kan kalau mau bikin waduk harus bersih dari pohon-pohon," ujar dia.

Pembangunan Waduk Jatigede menjadi prioritas pembangunan pemerintah karena berpotensi menjadi sarana infrastruktur yang bernilai guna tinggi. Rencananya, waduk ini akan digunakan untuk pengairan sawah dan juga pembangkit listrik dengan kapasitas 100 megawatt di kawasan Indramayu, Jawa Barat. Nilai investasinya senilai US$ 467 juta atau sekitar Rp 4,6 triliun. (agk/agk)