Kartu ini berisi identitas jamaah umroh, tanggal kedatangan, serta keterangan mengenai gejala MERS-CoV. Kartu kuning awan diberikan kepada jamaah umroh dan bisa digunakan untuk pemeriksaan jika jamaah yang bersangkutan mengalami gejala MERS-CoV.
"Kartu kuning ini nanti dibawa pulang, jika mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius bawa kartu ini ke petugas medis, nanti akan ada tindakan lanjutan sesuai dengan prosedur," kata Mohamad Subuh, Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan pada Kamis (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, pada tanggal 3 Juli 2015 Kementerian Kesehatan akan melakukan simulasi pencegahan MERS-Cov di Bandara Soekarno Hatta. Sejauh ini, belum ada warga Indonesia yang terjangkit MERS-CoV.
Virus yang menyerang pernafasan ini menarik perhatian publik Asia setelah mewabah di Korea Selatan. Di negara ini dilaporkan korban tewas bertambah dua orang pada Senin, menjadikan total pasien meninggal akibat MERS menjadi 27. Sementara warga yang positif MERS di Korsel bertambah tiga orang, menjadikan total penderita mencapai 172 orang. Muhammad mengatakan Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum tetapkan MERS sebagai kejadian yang meresahkan dunia.
MERS pertama kali ditemukan di Arab Saudi tahun 2012, dan sebagian besar kasus MERS selalu terjadi di Timur Tengah. Dugaan sementara, virus ini berasal dari unta.
(hel)