"Kami sedang menginventarisir usulan-usulan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah yang tak bisa dikerjakan. Ada 1012 kegiatan dari seluruh SKPD yang minta tambah atau kurang tetapi yang jelas saat ini ada uang Rp 1,9 triliun yang bisa digunakan untuk program-program lain," ujarnya di gedung Balaikota DKI Jakarta, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaran tersebut menurut Saefullah rencananya akan dialokasikan dalam bentuk Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) ke dalam dua Badan Usaha Milik Daerah.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok, mengatakan anggaran-anggaran pembangunan yang tidak terserap lebih banyak dikarenakan tidak efisiennya kinerja para eksekutif.
"Kita setelah tutup APBD siluman itu, nggak tahu kemana. Kita mau beresin eksekutif, eksekutif selalu berlindung di konsultan. Mereka selalu naikkin harga satuan, desain yang masif digedein," ujar Ahok.
Diketahui, APBD Jakarta tahun 2015 ini menggunakan Peraturan Gubernur sebagai dasar landasan hukum. Oleh karena itu, perubahan juga harus menggunakan Pergub.
"Syarat dari perubahan itu adalah kita selesai pembukuan untuk satu semester. Jadi nanti kita siapkan dulu pembukuan satu semester tahun 2015 ini baru kita ajukan KUAPPAS nya dari Kementrian Dalam Negeri. Bulan Agustus baru ada APBD Perubahan," kata Saefullah. (meg)