Yohana mengatakan luasnya wilayah Indonesia serta banyaknya kasus kekerasan perempuan dan anak membuat dirinya seakan-akan disalahkan berbagai pihak.
"Jika ada kekerasan, yang dicari itu bukan menteri pendidikan, menteri sosial, tapi mana itu Yohana," kata Yohana, ketika ditemui di rumah dinasnya, di Jalan Denpasar Blok C No.1, Jakarta Pusat pada Rabu (7/1). (Lihat Juga: Komisi VIII DPR: Tak Ada Tempat Aman Bagi Anak-anak)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan mendapatkan laporan baik dari dalam maupun luar negeri. Diapun berharap kasus kekerasan bisa diselesaikan dengan baik. Yohana lantas mencontohkan kasus Angeline. Menurutnya, jika kasus tersebut diselesaikan dengan baik, Indonesia akan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. (Baca Juga: Kekerasan pada Anak Terus Terjadi karena Pembiaran)
Dia juga mengimbau masyarakat untuk melapor ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) jika mengetahui ada tindak kekerasan. Selain itu, kementeriannya juga membentuk Situs SEREMPAK (Seputar Perempuan dan Anak) sebagai media pengaduan. (utd)