"Data ini sangat mencengangkan. Ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan berbagai kementerian," kata Khofifah saat ditemui di Hotel Media, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan sebanyak 63 persen anak terlahir difabel karena penyakit atau bawaan. Karenaya ia berharap agar kesehatan ibu harus benar-benar diperhatikan.
Oleh karena itu, Khofifah mengimbau agar seluruh dinas sosial tingkat II bisa mengomunikasikan kebutuhan khusus daerahnya yang harus dipenuhi pemerintah pusat. "Tentunya, juga dengan adanya koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten," katanya.
Meski begitu, laporan UNICEF menyatakan bahwa di Indonesia jumlah kematian anak di bawah usia lima tahun telah berkurang dari 385.000 pada tahun 1990 menjadi 152.000 pada tahun 2012.
Angka kematian balita di Indonesia juga dinyatakan menurun 63 persen antara tahun 1990 dan 2012, terutama berkat perluasan layanan imunisasi dan penggunaan terapi rehidrasi oral untuk mengobati diare . (sur)