"Banyak orang gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman ke Jakarta karena banyak 'gula-gulanya'. Banyak orang yang mau bersedekah," kata Khofifah saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (19/6). (Lihat Juga: Sindikat Pemasok Gelandangan Incar Buka Bersama dan Sahur)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Khofifah tidak mau menyebut nama daerah tersebut secara spesifik. Namun, dia menyebut ada beberapa kampung yang pekerjaan warganya hanya meminta-minta.
Para gepeng bertahan untuk meminta-minta, katanya, disebabkan pendapatan yang diterima mereka sangat besar. Khofifah menyebut angka Rp 200 ribu sehari per orang. Bahkan, katanya, ada gepeng yang mendapatkan penghasilan Rp 25 juta sebulan.
"Pasti ini sangat menggiurkan," katanya.
Sebelumnya, Dinas Sosial DKI Jakarta membenarkan adanya kelompok gepeng musiman yang datang ke ibu kota dan memanfaatkan situasi bulan Ramadan. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan menyebut kelompok gepeng musiman tersebut sebagai sindikat.
Gepeng musiman pun mereka sebar di beberapa titik di Jakarta. "Sekarang ada titik-titik tertentu sudah diintai. Misalnya, ada kegiatan tertentu buka bersama di masjid besar, itu ada yang memasok. Namun, kami perlu waspadai benar tidak itu informasinya," kata Masrokhan saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (18/6).
Selama 2014, tercatat sebanyak 15.113 gelandangan dan pengemis yang berhasil diamankan oleh Dinas Sosial di seluruh kawasan ibu kota. Sementara itu, sejak Januari hingga Juni 2015 sudah ada 4.409 gelandangan yang berhasil diamankan Dinas Sosial DKI Jakarta.
Para gelandangan dan pengemis yang diamankan akan dibina terlebih dahulu sebelum dikembalikan oleh Pemprov Jakarta ke kampung halamannya masing-masing. (utd)