"Saat ini dia sudah tidak bersama dengan AirAsia Indonesia lagi. Dulu dia pernah bekerja di AirAsia, tapi sekarang tidak. Waktu dia bekerja dengan kami, semua normal," kata Sunu saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (9/7). (Lihat Juga: Polisi Australia Tuduh Dua Pilot Indonesia Terlibat ISIS)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Agustin, seorang pilot asal Indonesia lainnya, Tomi Hendratno yang pernah bekerja di maskapai penerbangan Premiair, juga diduga bergabung dengan jaringan ISIS. Hal itu tercantum dalam laporan intelijen Australian Federal Police dan didistribusikan kepada penegak hukum di Turki, Yordania, London, dan Amerika Serikat, termasuk ke Europol, organisasi kepolisian Eropa. (Baca juga: Pilot Tomi Bantah Gabung ISIS)
"Akses dan pengetahuan mereka atas keamanan dan keselamatan menyediakan kesempatan untuk serangan sebagaimana terjadi dalam kejadian global di masa lalu," tulis laporan tersebut.
Catatan redaksi:
Pada berita semula, tertulis "Presiden Direktur AirAsia Sunu Widyatmoko mengatakan AirAsia Indonesia memecat Ridwan Agustin setelah mengetahui adanya kontak antara dia dengan ISIS." AirAsia Indonesia mengklarifikasi kalimat tersebut, mengatakan Sunu tidak menggunakan kata-kata 'dipecat,' melainkan 'diproses.'
Selain itu, sebelumnya tertulis "Ada indikasi Ridwan melakukan kotak internet dengan jaringan ISIS." AirAsia Indonesia dalam klarifikasinya juga mengatakan Presiden Direktur mereka tidak menggunakan kata-kata 'kontak internet.'
Demikian hal-hal yang menjadi keberatan AirAsia Indonesia telah kami ralat. (utd)