Pacquiao sejak jauh hari sudah berencana untuk mengunjungi Mary Jane. Mereka salam-sama berasal dari Filipina. Niat Pacquiao bertemu Mary muncul saat ibu dua anak itu hendak menghadapi eksekusi mati yang sementara ini batal. (Baca: Kisah Mary Jane Saat Dicegat dan Ditarik dari Grup 9 Terpidana Mati)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
April lalu, Pacquiao dalam salah satu kemunculannya di televisi, meminta Presiden RI Jokowi untuk menangguhkan hukuman mati terhadap Mary Jane.
Pacquiao yang saat itu hendak bertarung melawan Floyd Mayweather memanfaatkan momen tersebut untuk bicara soal Mary Jane.
“Tuan Presiden, 2 Mei saya akan bertarung di Las Vegas, Nevada, melawan Mayweather dalam pertarungan yang dikatakan sebagai pertarungan terbesar abad ini. Bagi saya, akan menjadi dorongan moral yang sangat besar jika perbuatan kecil saya ini bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” ujar Pacquiao.
Petinju Filipina itu akhirnya kalah dari Mayweather, namun janjinya untuk mengunjungi Mary Jane ditepati.
Saat ini Mary Jane bukannya lepas dari hukuman mati. Namun Indonesia bersedia menunggu Kepolisian Filipina menyelesaikan kasus yang membutuhkan kesaksian Mary Jane di negaranya sebelum memberikan putusan akhir atas nasib Mary. (Baca: Perekrut Mary Jane Akui Terlibat Sindikat Perdagangan Narkoba) (agk)