Pilot Indonesia yang Disebut Gabung ISIS Ada di Bogor

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2015 14:05 WIB
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tak tahu pasti lokasinya dan mengaku belum jelas siapa siapa dari dua pilot itu yang masih di Kota Hujan. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan salah satu dari dua pilot yang disebut bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih berada di Indonesia.

"Satu di antaranya tadi malam masih, sampai sekarang masih ada di Bogor, tidak di Suriah. Itu yang kami tahu," ujarnya di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (10/7).

Namun, dia tidak menjelaskan pilot mana yang dia maksud maupun lokasi persis keberadaannya. Badrodin mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mendalami dugaan ini.


Sejauh ini, menurutnya, kedua pilot diduga hanya bersimpati terhadap ISIS dan tidak bergabung sebagai anggota. Mereka disebut sering menyampaikan dukungan-dukungan terhadap kelompok teror tersebut melalui media sosial. (Baca juga: Kemlu Belum Bisa Konfirmasi Pilot Indonesia Gabung ISIS)

"Kemudian dari situ, dari AFP (Kepolisian Federal Australia) menilai bahwa yang bersangkutan itu ISIS. Sekarang persoalannya, apakah dia pernah ke Suriah? Ini yang sedang kami selidiki," kata Badrodin.

Sejuah ini, menurut Badrodin, Polri juga belum menemukan keterkaitan kedua pilot dengan jaringan ISIS di Indonesia.

Sebelumnya, dokumen rahasia Kepolisian Federal Australia (AFP) yang dibocorkan oleh majalah online The Intercept dan dirilis di situsnya, Rabu (8/7) menyebutkan dua pilot Indonesia yang diduga bergabung dengan ISIS itu ialah Ridwan Agustin dari maskapai AirAsia dan Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno dari maskapai Premiair.

Menurut dokumen AFP, Ridwan menjadi pilot AirAsia sejak 2010. Dia terbang di rute-rute internasional seperti Hong Kong dan Singapura. Sebelum akun Facebook-nya ditutup, Ridwan mem-posting beberapa fotonya yang sedang menggunakan seragam pilot di depan pesawat AirAsia.

Ridwan diduga telah membuat akun Facebook lain dengan nama berbeda. Pria beristri pramugari AirAsia itu saat ini disebut tinggal di Raqqa, Suriah. (Baca juga: AirAsia Pecat Pilot Indonesia karena Terbukti Kontak ISIS)

Sementara Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno sebelumnya bekerja di Premiair. Dia bahkan disebut pernah menjadi pilot TNI Angkatan Udara.

Premiair mengatakan pada The Intercept bahwa Tomi telah berhenti bekerja untuk perusahaan itu sejak 1 Juni. Hal tersebut sesuai dengan informasi di akun Facebook-nya, bawah dia pada 1 Juni meninggalkan pekerjaannya sebagai pilot di Premiair dan kini bekerja sebagai ‘driver’ di ‘Bumi Alloh Subhanahu Wata’ala.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut (AL) justru menyebut Tomi pernah bergabung di satuannya. Kepala Dinas Penerangan AL Kolonel Laut (P) M Zainudin mengatakan Tomi terdata telah keluar dari satuan TNI AL sejak 10 November 2010 silam. Pria yang pernah tinggal di Sidoarjo itu merupakan alumni Pendidikan Calon Perwira Angkatan XXXI Tahun 2002.

"Intinya memang dia (Tomi) bekas personel TNI AL. Tapi, karena dia sudah pensiun maka bukan tanggung jawab TNI AL lagi," kata Zainudin.

Baca Fokus: Pilot Indonesia Gabung ISIS

Di tengah simpang-siur informasi ini, klarifikasi dari seseorang yang mengaku Abu Alfatih diterima oleh kantor berita detikcom. Seseorang bernama Abu Alfatih Hendratno itu menyebut dirinya masih sebagai WNI tetapi tidak menyebutkan di mana saat ini dia berada. Pernyataan terkait itu disampaikan dalam lima poin:

1. Saya tidak ada kaitan dengan kelompok ISIS seperti mereka duga, itupun Anda muat sebelum ada klarifikasi
2. Saya sebagai WNI yang berusaha menaati aturan dan kewajiban muamalah saya sebaik mungkin dalam hidup di negeri ini
3. Apakah dengan hanya memberikan like pada status seseorang menjadikan kita serupa dengan mereka?
4. Tidak ada baiat antara saya dengan ISIS sampai saat ini
5. Bukan karena dampak dari berita itu saja tapi tidak dilalui klarifikasi pada yang bersangkutan adalah hal yang menurut saya perlu diluruskan.

Demikian klarifikasi saya semoga kita semua bisa belajar menjadi lebih profesional dan lebih teliti dalam menjalani hidup ini. (hel)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK