Ahok anggap Wajar Penyalahgunan Lahan di Jakarta

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2015 06:00 WIB
Ahok anggap Wajar Penyalahgunan Lahan di Jakarta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan rancangan jalan baru di kawasan bundaran Semanggi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/7). (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak heran dengan temuan penyalahgunaan lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terletak di Jalan Kayu Putih Raya, Pulo Mas, Jakarta Timur. Menurutnya, penyalahgunaan lahan sudah sering dan sejak lama terjadi di Ibu Kota.

Ahok, sapaan Basuki, mengakui penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukannya kerap terjadi karena banyaknya 'permainan' yang dilakukan pihak swasta dengan oknum Pemprov DKI Jakarta.

Dia mengatakan, permainan lahan di Jakarta dilakukan oleh oknum-oknum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang jaringannya sudah seperti mafia.


"Itu sih saya tidak heran di Jakarta. Makanya sekarang bisa menang tidak (di proses pengadilan)? Itu yang saya curiga. Jangan-jangan ada oknum di BPKAD (Badan Pengawas Keuangan dan Anggaran Daerah) main juga, ini kan jadi seperti mafia," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/7).

Kecurigaan mantan Bupati Belitung Timur itu mencuat setelah menduga adanya jaringan mafia tanah di Jakarta yang muncul karena seringnya kekalahan dialami Pemprov DKI Jakarta, saat berhadapan dengan pihak yang bersengketa tanah di muka pengadilan.

"Kamu bayangkan, di Jakarta kamu tidak ada surat tapi gugat DKI. Saat pengadilan, DKI tidak bisa tunjukan surat yang asli, kemudian hakim putusin kamu yang menang. Berarti ini ada suatu persengkokolan, makanya itu yang saya bilang mafia pengadilan," ujar Ahok.

Setelah mengungkapkan kekesalannya, Ahok pun berjanji akan berusaha mengembalikan aset-aset milik Pemprov DKI Jakarta yang telah hilang. Walaupun, Ahok mengaku kehilangan aset Pemprov DKI Jakarta bukan terjadi karena kesalahannya sejak memimpin Jakarta bersama Joko Widodo 2012 lalu.

"Memang aset hilang dari jaman saya? Itu dari jaman Gubernur Sutiyoso. Kita tahu ini, kita ini sedang cari aset yang bermasalah, bisa menang tidak di pengadilan? Itu yang masalah," kata Ahok.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bersama Ketua dan Anggota Fraksi Partai Hanura, Mohammad Sangaji dan Very Younevil, menemukan adanya penyalahgunaan lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terletak di Jalan Kayu Putih Raya. Penyalahgunaan lahan tersebut terungkap setelah ketiganya melakukan inspeksi mendadak ke kawasan Pulo Mas pada Senin (13/7).

Menurut keterangan Very, lahan seluas 2,1 hektare di Jalan Kayu Putih Raya tersebut seharusnya disewakan dan digunakan sebagai lokasi pembangunan gedung pusat kebudayaan Korea Selatan. Pembangunan gedung kebudayaan rencananya akan dilakukan oleh PT Korea World Center (KWC) bekerjasama dengan PT Jakarta Propertindo (JakPro). (meg/meg)