Arus Balik Pemudik Mulai Padati Karanganyar dan Brebes

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Senin, 20/07/2015 08:09 WIB
Arus Balik Pemudik Mulai Padati Karanganyar dan Brebes Ratusan kendaraan pemudik terjebak antrean panjang di jalan bypass Cicalengka menuju Simpang Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/7). (ANTARA/Asep Fathulrahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa ruas jalur mudik mulai terlihat padat kembali akibat arus balik, Senin (20/7). Beberapa titik yang dipadati kendaraan pemudik berdasarkan data Road Transport & Traffic Management Center (RTTMC) ialah daerah Karanganyar dan Brebes di Jawa Tengah, dan Malangbong di Garut, Jawa Barat.

Butuh waktu dua jam untuk melintasi Brebes. Sementara di Malangbong, Garut, yang masuk jalur selatan Jawa, kepadatan telah terpantau sejak pukul 18.00 WIB, Minggu (19/7). Kendaraan roda empat bahkan cenderung tak bergerak sampai sekitar pukul 20.00 WIB.

“Sudah dua jam enggak bergerak. Kalau mobil bergerak paling 10 meter jaraknya dan setelahnya 'parkir' lagi," kata Randi Saripatulah, pemudik dari Tasikmalaya yang melintasi Malangbong.


Meski padat di beberapa titik, beberapa ruas tol masih terpantau lancar dan belum ada penumpukan kendaraan berarti. Namun tol Cipularang menuju Cikampek di daerah Purwakarta, Jawa Barat, telah terlihat penumpukan kendaraan.  

Pantauan dari RTTMC juga menunjukkan di Pekalongan dan Pejagan, Jawa Tengah, serta Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat, lalu lintas cenderung ramai lancar. Dini hari tadi, beberapa titik kemacetan telah terurai. Penumpukan kendaraan semalam didominasi oleh warga yang harus kembali beraktivitas pada pagi ini.

Berbeda dengan kondisi jalan raya yang mulai dipadati pemudik, moda transportasi kereta api belum memperlihatkan lonjakan penumpang. Ketua Posko Harian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Hendry Senjata mengatakan peningkatan arus balik menggunakan kereta api akan terjadi mulai esok Selasa (21/7) hingga Kamis (23/7).   

Kondisi Pelabuhan Merak di Cilegon, ujung barat Pulau Jawa, pun masih terpantau lancar. Hanya sempat terjadi keramaian pada Minggu siang akibat kendaraan maupun penumpang yang turun kapal setelah menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Lonjakan penumpang di Merak diperkirakan terjadi mulai Selasa atau Rabu (22/7).

Sementara itu di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, ujung timur Pulau Jawa, arus balik pemudik diperkirakan terjadi pada Senin atau Selasa.

Untuk kepadatan arus balik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, lonjakan penumpang diperkirakan mulai terjadi Kamis pekan ini. Jumlah penumpang pesawat dalam arus balik tahun ini diprediksi sebanyak 197.701 orang.

Sebagai perbandingan, data Posko Angkutan Lebaran Angkasa Pura II menunjukkan bahwa pada 2014 lonjakan penumpang juga terjadi pada H+5 dengan jumlah penumpang sebanyan 181.082 orang. Sementara kepadatan penumpang tertinggi jatuh pada H+8 dengan jumlah penumpang mencapai 182.094 orang.

Pemerintah memprediksi puncak arus balik lebaran tahun ini akan lebih tersebar dalam beberapa hari, tak dalam satu hari. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata, hal ini disebabkan terdapat waktu libur yang berbeda antara pegawai dan anak sekolah.

"Kemungkinan akan terjadi pada H+3 karena pegawai mulai masuk dan H+7 serta H+8 karena anak sekolah masuk hari Senin," ujar Barata. (agk/agk)