Ahok: Makin Banyak PNS Melawan Atasannya untuk Kebaikan

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 23/07/2015 17:02 WIB
Ahok: Makin Banyak PNS Melawan Atasannya untuk Kebaikan Pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mengatre untuk melakukan silaturahmi ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Gedung Balai Kota, Rabu (22/7). (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan saat ini banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang berani melawan atasannya ketika diminta untuk melakukan suatu penyimpangan. Tak tanggung-tanggung, kata Ahok, para PNS itu langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak gubernur.

Ahok mengatakan para PNS itu melaporkan semua penyelewengan tersebut kepada dirinya melalui pernyataan tertulis. Bahkan, mereka berani melapor dengan mencantumkan nama beserta nomor telepon seluler.

"Mereka berani lapor, lho. Berani lapor dengan tulis, nama, nomor handphone. Dia berani lawan atasannya karena mereka tahu saya bakal belain," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/7).


Laporan yang diterima Ahok dari para PNS itu pun beragam. Namun, dari cerita Ahok, umumnya penyelewengan yang terjadi berkaitan dengan anggaran. (Baca: Haji Lulung Sebut Ahok Pencitraan dalam Berantas Korupsi)

"Ada PNS melapor, atasannya minta potong anggaran 30 persen. Buat anggaran kesejahteraan, inspektorat, buat apa, kita lagi teliti," ujarnya. "Saya bilang ini orang gila, masih nekat saja."

Selain meminta potongan anggaran 30 persen, ada juga pejabat lainnya yang meminta komisi dari proyek.

"Ada lagi yang laporan, atasannya masih meminta komisi 1 persen dari pengadaan barang," kata dia. (Baca: Menteri Yuddy Puji Kinerja Bawahan Ahok)

Namun, terkait pihak mana yang melakukan penyelewengan tersebut, Ahok tidak mau mengatakannya. "Itu rahasialah," ujarnya.

Atas banyaknya laporan yang ia terima, Ahok pun tidak tinggal diam. Ia mengaku akan menindaklanjuti semua laporan yang masuk ke dirinya.

"Atasannya kami copot nanti. Pecat sebagai PNS. Kami tidak mau lagi turunin (pangkatnya). Orang-orang kayak gitu tidak ada guna," kata bekas Bupati Belitung Timur ini. (obs/obs)