Buntu Soal Mekanisme Pemilihan, Pengurus NU Temui Kiai Sepuh

Suriyanto, CNN Indonesia | Senin, 03/08/2015 10:33 WIB
Buntu Soal Mekanisme Pemilihan, Pengurus NU Temui Kiai Sepuh Pimpinan Sidang Slamet Effendy Yusuf (kiri) disaksikan Ketua PBNU Said Aqil Siroj (kanan) mengangkat palu saat sidang pembahasan Tata Tertib Muktamar NU ke-33 di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/8). Pembahasan Tatib yang seharusnya digelar Sabtu (1/8) malam, diundur menjadi Minggu (2/8) tersebut diwarnai sejumlah protes dari sejumlah muktamirin ketika pembahasan dan penetapan tatib berlangsung. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para petinggi Pengurus Besar Nadlatul Ulama dan pengurus wilayah bertemu kiai sepuh di sela-sela Muktamar ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Senin (3/8). Pertemuan terbatas ini akan berlangsung secara tertutup membahas kebuntuan tata tertib Muktamar terutama soal mekanisme pemilihan.

Menurut Sekretaris Panitia Pusat Muktamar Syahrizal Syarif, diharapkan masukan dari para kiai sepuh bisa jadi solusi yang ditaati oleh seluruh peserta muktamar.

"Kami kembalikan pada kiai sepuh untuk menyelesaikan kebuntuan," kata Syhrizal kepada CNN Indonesia, Senin (3/8).


Menurutnya, mayoritas warga NU yang berasal dari kalangan santri sehingga diharapkan dari rapat yang juga dihadiri para kiai bisa ditaati seluruh muktamirin (peserta muktamar). (Baca juga: Jabatan Ketua Umum NU Bisa Dicopot Jika Main Politik Uang)

Jika pada rapat terbatas tersebut ditemukan solusi yang bisa disepakati, maka sidang akan dilanjutkan siang nanti setelah makan siang dengan agenda pembahasan dan pengesahan tata tertib.

Rapat terbatas tersebut menurut Syahrizal akan dihadiri sekitar 70 orang yang terdiri dari Pengurus PBNU, rais syuriah, rais am dan pengurus wilayah.

Dalam jadwal yang disusun, pembahasan tata tertib masuk dalam Sidang Pleno I Muktamar yang seharusnya selesai pada Sabtu (1/8) malam lalu setelah pembukaan Muktamar oleh Presiden Joko Widodo.

Namun pembahasan yang alot dan tak menemui titik temu membuat jadwal Muktamar yang lain tertunda. Padahal masih ada sidang pleno untuk penyampaian laporan pertanggung jawaban PBNU dan sidang komisi.

Menurut Syahrizal, jika pembahasan tata tertib hari ini selesai, maka jadwal lain diperkirakan akan lancar.

Materi tata tertib yang belum disepakati hingga kini adalah soal pemilihan ahlul halli wal aqdi atau lembaga perwakilan untuk memilih petinggi NU. Ada peserta muktamar yang berharap pemilihan petinggi NU dilakukan melalui pemilihan langsung.

"Masing-masing punya argumen sendiri," ujar Syahrizal.

Oleh karena itu diharapkan pertemuan terbatas pengurus dengan kiai sepuh bisa menghasilkan keputusana yang bisa ditaati seluruh peserta Muktamar.

Syahrizal mengakui, perbedaan pendapat soal pemilhan pengurus ini jadi ujian bagi NU dalam Muktamar kali ini. Ia tak membantah anggapan soal perbedaan ini terkait dengan persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU. (Baca juga: Muktamar NU: Antara Islam Nusantara dan Peradaban Dunia)

Ketua Umum PBNU saat ini dipegang oleh Said Aqil Siroj. Ia dikabarkan kembali mencalonkan diri menjadi Ketua Umum. Selain Said Aqil ada pula nama As'ad Ali yang saat ini Wakil Ketua Umum PBNU, tokoh senior NU Salahuddin Wahid serta mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Muhammad Adnan.