Ahok : Masih Butuh Enam Ruas Tol untuk Atasi Macet Jakarta

Eky Wahyudi, CNN Indonesia | Senin, 10/08/2015 10:12 WIB
Ahok : Masih Butuh Enam Ruas Tol untuk Atasi Macet Jakarta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan kata sambutan pada acara Idea Fest, di Jakarta Convention Center. Sabtu, 8 Agustus 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang kerap disapa Ahok mengatakan kemacetan yang terjadi di ibu kota salah satunya akibat jalan layang non tol yang berada di bilangan Casablanca, belum tersambung ke dalam enam ruas jalan tol lainnya.

"Karena memang belum nyambung kan. Makanya saya bilang Casablanca itu, Jalan layang non tol sebetulnya interchange untuk 6 ruas jalan tol dalam kota," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Senin (10/8).

Ahok mengatakan kewenangan pembebasam lahan dimiliki kementerian Pekerjaan Umum (PU) pusat. Dirinya berharap PU pusat bisa membebaskan lahan secepatnya. (Baca juga: Gubernur Ahok Berharap Tahun Depan KJP Tidak Bisa Tarik Tunai)


"Kami lagi pembebasan lahan kan itu dari PU pusat. Saya baru lapor kemarin ngomong ke Wapres, saya harap Kementerian PU bisa cepat bebasin," ujarnya.

Menurut Ahok, jalan layang non tol juga berfungsi sebagai putaran bagi kendaraan yang melewati jalan arteri. Dirinya mengatakan seharusnya ketika jalan tol outer ring road beroperasi beroperasi terdapat enam ruas tol dalam kota. Namun, hal tersebut diprotes oleh warga Jakarta sehingga pembebasan lahan untuk pembuatan enam ruas tol tersebut tidak dilakukan.

"Karena dulu kami diprotes, Pemda DKI nggak berani bebasin sedangkan ini sudah jadi. Makanya pas saya kan, saya tanda tangan sama Menteri PU yang lama untuk teruskan," ujarnya.  (Baca juga: Penyeleweng Kartu Pintar Kebanyakan Orang Tua Siswa SD)

Rencananya sebanyak 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta (69,77 km) akan menghubungkan sejumlah titik di DKI Jakarta, antara lain:

Tahap I, Sunter-Semanan sepanjang 20,23 km (Juli 2018) dan Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 km (Januari 2019).
Tahap II, Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 km (Januari 2021) dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,6 km (Januari 2021)
Tahap III Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,7 km (Juli 2022) dan Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,157 km (Juli 2022).

Tol ini akan terkoneksi dengan jalan layang non tol di Casablanca, dengan lebar jalan masing-masing 25,8 meter. Masing-masing ruas akan dilengkapi jalur busway yang akan dilantasi bus umum di kanan dan kiri tol. (sip)