Ahok Pasrah Jika Harga Sayur di Jakarta Meroket

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2015 09:07 WIB
Ahok Pasrah Jika Harga Sayur di Jakarta Meroket Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan kata sambutan pada acara Idea Fest, di Jakarta Convention Center. Sabtu, 8 Agustus 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak bisa melakukan apapun jika harga sayur melonjak naik karena kekeringan yang terjadi saat ini dan beberapa waktu ke depan. Tidak seperti daging yang bisa ditanggulangi dengan operasi pasar, soal sayur, Ahok mengaku pasrah.

"Kalau lagi (musim) kering tidak bisa apa-apa. Karena suplainya terbatas," kata Ahok, sapaan akrab Basuki saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut dia, untuk harga sayur yang melonjak di musim kekeringan seperti saat ini, hal itu sudah merupakan hukum dagang. Ia dan pihak Pemprov DKI Jakarta mengaku tidak bisa berbuat banyak.


"Tidak ada pilihan, pasti lebih mahal. Itu hukum dagang. Tidak mungkin impor sayur kan," ujarnya.

Ahok mengaku tidak punya penyelesaian masalah dalam jangka pendek, ia justru melontarkan rencana jangka panjangnya untuk mengatasi kenaikan harga sayur yang pasti kembali terulang di musim kekeringan berikutnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku akan menggalakkan penanaman sayur dengan sistem hidroponik kepada masyarakat.

"Nah kalau atasi itu, jangka panjang, mau tidak mau, orang harus kita dorong ke hidroponik. Seperti di rumah-rumah susun. Supaya kebutuhan sayur itu bisa kita dapatkan di lokasi sendiri. Termasuk di Kanal Banjir Timur kita sudah mulai tanam," kata dia.

Sementara itu untuk kenaikan harga daging, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menggelar operasi pasar menyusul melonjaknya harga daging dan mogoknya pedagang di beberapa pasar di wilayah Jabodetabek.

Kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, mahalnya harga daging akibat ulah oknum pedagang yang sengaja memainkan harga. Untuk itu, Pemprov Jakarta akan lakukan operasi pasar untuk menjual daging lebih murah dari harga pasar.

"Selain operasi pasar dari Kemendag sama Bulog, kami dari Dharma Jaya dan Pasar Jaya juga akan operasi pasar. Kita sudah siapin, (harganya) sekitar Rp 85 ribu sekilo," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Senin (10/8). (pit/pit)