Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpendapat bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat dicegah dengan membangun nilai-nilai dan kultur santun.
"Ya itu sama membangun nilai-nilai, membangun kultur itu. Kultur yang santun, penuh tata krama, kultur kerja keras," ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).
Hal itu disampaikan sang Kepala Negara setelah memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2015 bersama ratusan anak yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jokowi, dalam membangun kultur dan nilai-nilai tersebut membutuhkan jangka waktu yang panjang. Pihak yang berupaya melakukan hal itu pun, ucap dia, bukan hanya pemerintah dan sekolah, melainkan juga keluarga dan lingkungan masyarakat.
"Jangan hanya menggantungkan pada pemerintah, tapi panduannya itu ditanyakan ke Ibu Menko (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani)," kata dia.
Ia merasa yakin jika bangunan nilai dan kultur tersebut berhasil dilakukan, maka generasi penerus bangsa akan memiliki jati diri Keindonesiaan yang kuat.
"Kalau bangunan nilai-nilai itu tahapannya berhasil kita lakukan, maka akan kita dapatkan anak-anak yang punya karakter, kepribadian, yang punya jati diri Indonesia. Arahnya ke sana," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan sudah melakukan koordinasi kepada beberapa kementerian terkait KDRT. Puan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kemensos (Kementerian Sosial), Kemenkes (Kementerian Kesehatan), dan PPPA .
"Koordinasi ini untuk mencari solusi yang nyata di lapangan berkaitan dengan kebijakan apa yang akan dilakukan supaya jangan sampai KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) anak terjadi kembali," katanya.
(hel)