Luhut: Jokowi Ingin Bentuk Tim Solid Agar Tak Babak Belur

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2015 13:49 WIB
Presiden Jokowi merasa perlu melakukan perombakan kabinet saat ini karena melihat kondisi ekonomi global yang memburuk. nitiPresiden Joko Widodo (kanan) didampingi Luhut Pandjaitan. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan menyatakan Presiden Jokowi merombak kabinet untuk membangun kerjasama dan memperkuat tim Kabinet Kerja guna menghadapi ekonomi global. (Baca: Enam Menteri Baru Dilantik Pukul 14.00)

“Beliau (Presiden) ingin membangun teamwork lebih bagus agar lebih solid menghadapi keadaan ekonomi seperti ini. Kan sekarang global semua, (agar tak) babak belur seluruhnya," ujar Luhut di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (12/8).

Wacana reshuffle, kata Luhut, sesungguhnya telah lama disampaikan kepada publik. Namun Presiden baru merasa perlu melakukannya saat ini setelah melihat kondisi ekonomi global yang memburuk. (Baca PDIP: Menteri-menteri Ekonomi Kurang Gebrakan, Rombak Saja)


Luhut lantas mencontohkan Republik Rakyat China sebagai salah satu negara yang mengalami dampak kelesuan ekonomi global. "Lihat China. China itu harus kita amati dengan cermat. Jadi enggak bisa kita pandang enteng," kata dia.

Soal perombakan kabinet, Luhut mengatakan mengkomunikasikan hal itu dengan presiden setiap saat. Luhut sendiri bakal masuk ke dalam Kabinet Kerja sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. (Baca: Menteri Tedjo Berpamitan Lewat Pesan Singkat)

Untuk acara pelantikan ini, Luhut diminta Jokowi membatalkan agenda kegiatannya di Bandung, Jawa Barat. Luhut saat ini telah berdiri dilantik bersama para menteri baru, yakni Darmin Nasution sebagai Menteri Koorinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli sebagai Menko Bidang Kemaritiman, Sofyan Djalil sebagai Kepala Bappenas, Thomas Lembong sebagai Menteri Pedagangan, dan Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet. (agk/agk)