"Kita akan membangun team work dan harus satu suara. Karena keadaan ekonomi sedang tidak baik, kita harus menciptakan ketenangan," ujarnya di kantor Kemnko Polhukam, Jakarta, Kamis pagi. (Baca: Luhut: Jokowi Ingin Bentuk Tim Solid Agar Tak Babak Belur)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyikapi kondisi ini, Luhut lantas mengutip konsep yang dikembangkan Presiden Soeharto pada masa Orde Baru, bahwa kondisi ekonomi sebuah negara tidak akan lepas dari kondisi keamanan.
Luhut pun menekankan, perekonomian Indonesia tidak akan kembali stabil jika hubungan antarlembaga negara gaduh. (Baca: Istana: Jokowi Harap Menteri Baru Mampu Atasi Krisis)
Serah terima jabatan menko polhukam ini dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi serta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Sementara itu, Tedjo menyebut Luhut akan menghadapi beberapa persoalan hubungan antarlembaga yang selama ini belum dapat ia selesaikan, seperti pemidanaan yang dilakukan Badan Reserse Kriminal Polri terhadap Ketua Komisi Yudisial, Suparman Marzuki dan komisioner KY, Taufiqqurahman Syahuri.
Tedjo berharap, Luhut akan melanjutkan mediasi yang ia gagas antara hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sarpin Rizaldi dan kedua pimpinan KY tersebut.
(obs)