Dari perhitungan Kejagung, diketahui bahwa negara mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 380 miliar.
Jumlah kerugian itu diketahui hanya berasal dari dana bansos yang fiktif. Besar kemungkinan kerugian negara akan bertambah jumlahnya jika perhitungan telah diselesaikan oleh Kejagung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat sekitar Rp 98 miliar dana bansos yang belum dipertanggungjawabkan Pemprov Sumut. Setelah diverifikasi, dana yang belum dipertanggungjawabkan ternyata berjumlah Rp 43,718 miliar.
Mayoritas media dan organisasi wartawan mendapat dana bansos sebesar Rp 30 juta. Jika dihitung, maka ada Rp 300 juta lebih dana bansos yang mengalir ke organisasi wartawan dan media.
Untuk melanjutkan penyidikan kasus Bansos Sumut, penyidik satuan tugas khusus (satgasus) Kejagung akan bertolak ke Sumut pada Selasa (18/8) mendatang.
"Berikutnya akan kita mintai keterangan untuk membuktikan apakah benar jumlah uang yang diterima mereka (beberapa perusahaan dan media) itu sesuai dengan laporan," ujar Kepala Sub Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung Sarjono Turin saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (11/8) lalu. (meg)