Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama punya arti sendiri tentang kemerdekaan. Baginya, merdeka adalah saat ketika keadilan sosial bisa diwujudkan.
"Kemerdekaan bagi saya ya terwujudnya keadilan sosial di masyarakat. Tidak ada lagi diskriminasi pendidikan, kesehatan, tempat usaha, maupun perumahan. Itu yang Jakarta lakukan," kata Gubernur yang aktab disapa Ahok usai gelaran upacara bendera di Silang Monas, Jakarta, Senin (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapapun yang diseleksi dan mampu, dia bisa memimpin di DKI. Tidak ada istilahnya dikuasai kelompok tertentu. Kalau dia tidak mampu, akan kami copot (dari jabatannya)," ujar Ahok.
"Yang paling susah melawan PNS sendiri. Benar kata Bung Karno kalau lawan teman sendiri lebih susah," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Sebelumnya, Ahok mengatakan masih banyak warga ibu kota yang belum benar-benar merdeka. Pasalnya, masih banyak warga yang masih 'terjajah' oleh bangsa sendiri.
"Kita selalu memekikkan merdeka, merdeka, dan merdeka. Tapi kenyataannya banyak sekali warga di DKI yang belum merdeka dari penjajahan, dari oknum, baik pejabat maupun oknum ormas," kata Ahok, sapaan akrab Basuki dalam pidato Hari Kemerdekaannya di Silang Monas.
Salah satu bukti masih adanya penjajahan di DKI, menurut Ahok, adalah masih adanya penarikan upeti dari oknum-oknum yang dimaksud Ahok. Hal inilah yang harus dilawan oleh setiap warga di DKI saat ini.
Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful mengatakan untuk mengisi kemerdekaan, perlu menanamkan semangat juang kepada pemuda.
"Kami ingin menanamkan pada generasi muda bahwa bangsa Indonesia dilahirkan sebagi bangsa pejuang. Bangsa pejuang itu adaah bangsa yang tidak putus asa, bangsa yang rela berkorban dan iklhlas," kata Djarot.
"Bangsa penjuang adalah bangsa yang ingin bangsa dan negaranya maju dan betul-betul melakukan perjuagan dengan ikhlas tanpa menghitung-hitung untung dan rugi," ujarnya.
Ia pun berharap momen kemerdekaan kali ini bisa dijadikan momen bangsa Indonesia melompat jauh ke depan dan memastikan diri kemerdekaannya dari model penjajahan modern saat ini. (pit)