"Tim evakuasi darat berangkat pada pukul 05.40 WIB dari Kampung Tiga, Distrik Okbape," kata Heronimus saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (18/8). (Baca Juga: Kementerian Perhubungan: Trigana Jatuh di Medan yang Sulit)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun dekat namun medan sangat sulit sehingga diperkirakan empat jam akan sampai di lokasi," kata Heronimus.
Meski demikian, dia menyampaikan tim telah berhasil menurunkan dua personel ke lokasi pada pukul 7.30 WIB, yakni satu orang dari PT Freeport Indonesia dan satu orang dari TNI AD.
Pesawat ATR 42 milik Trigana bernomor penerbangan IL 257 hilang saat terbang dari Sentani ke Oksibil. Pesawat terbang dari Sentani pukul 14.22 WIT dengan mengangkut 49 penumpang, dan seharusnya tiba pukul 15.04 WIT di Bandara Oksibil.
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Capt. Hasanudin dengan Co. Pilot Ariadin, dan dua orang pramugari yaitu Ika N dan Ditta A, serta seorang teknisi Mario.
Trigana menyatakan dalam laman perusahaan mengoperasikan tujuh jenis pesawat ATR 42-300. Pesawat tersebut mampu mengangkut beban maksimal 4.500 kilogram (kg), memiliki kemampuan terbang tanpa henti selama sembilan jam, dan mampu mendarat pada bandara dengan landasan pacu minimum 900 meter. (utd)