"Saya lagi sama warga di RT 14, RW 2 sedang berdialog," kata Syarif saat dihubungi wartawan, Kamis (20/8).
Syarif mengatakan saat ini kondisi warga sedang kesulitan sebab listrik di kawasan tersebut mati. Oleh sebab itu, Syarif akan berdialog dengan aparat untuk menghidupkan listrik di kawasan itu terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Listrik mati, kasihan warga kayak perang aja," katanya tegas. Saat ini, tutur Syarif, penggusuran pun masih terus berlangsung.
"Kami mengutuk aparat. Kenapa tidak bisa melakukan penggusuran dengan cara baik-baik," ujar Syarif.
Dengan adanya kericuhan di setiap penggusuran yang berlangsung di Jakarta, Syarif menganggap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak memiliki metode penyelesaian konflik yang baik.
Ia memang tidak menampik kalau setiap kericuhan yang terjadi saat penggusuran, termasuk di Kampung Pulo, disebabkan warga melakukan perlawanan terhadap aparat. Namun, ia menyarankan jika warga melawan, aparat pun harus mundur.
"Saya sih menyarankan mundur saja. Ini kan masih bernegosiasi. Warga sendiri kok mau dilawan," ujar Syarif.
BACA FOKUS: Rusuh Penggusuran Kampung Pulo (hel)