Ketua DPR DKI: Komentar Ahok Jangan Sakiti Warga yang Digusur
Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Sabtu, 22 Agu 2015 07:26 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menahan emosinya selama masa penggusuran warga Kampung Pulo berlangsung. Selama ini, Prasetyo menilai ucapan yang dilontarkan Ahok terlalu sensitif.
"Saya minta Ahok, pernyataannya jangan menyakiti, jangan menantang. Kan orangnya sudah digusur, buat apa ngoceh-ngoceh," kata Prasetyo saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Jumat (21/8).
Sependapat dengan Prasetyo, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik juga meminta Ahok untuk bisa menjaga perasaan warga Kampung Pulo yang rumahnya digusur.
Taufik meminta Ahok tidak mengucapkan komentar ke media massa yang berpotensi menimbulkan masalah baru.
"Jangan umbar statement yang buat orang jadi tambah panas," ujar Taufik. (Baca: Ahok: Penggusuran Kampung Pulo Harus Tetap Jalan Meski Ricuh)
Sejak proses penggusuran warga Kampung Pulo berlangsung pada Kamis (20/8) dan timbul kericuhan, Ahok mengeluarkan komentar-komentar yang terkesan emosional.
Misalnya saja saat menanggapi pembakaran alat berat yang dilakukan warga sebagai bentuk penolakan penggusuran. Menanggapi aksi anarkis tersebut Ahok naik pitam. Dia dinilai tidak mendinginkan suasana.
"Bakar saja terus. Kami akan kirimkan pasukan lebih banyak," kata Ahok, Kamis (20/8). (Baca: Alat Berat Dibakar, Ahok Tambah Personel ke Kampung Pulo)
Begitupun saat menanggapi insiden pemukulan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menurut dia, semua tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan bentuk dari perlindungan diri. (Baca: Soal Bentrok Kampung Pulo Ahok Sebut Satpol PP Juga Manusia)
"Kami tidak mau kekerasan. Kalau kamu nimpuk saya, saya tutupin gimana? Yang lempar duluan siapa?" kata Ahok, Jumat (21/8). "Kalau saya pukul kamu sekarang, kamu mau balas tidak kira-kira? Kamu hujat kan. Kamu pasti mikir," ujarnya.
(obs)
"Saya minta Ahok, pernyataannya jangan menyakiti, jangan menantang. Kan orangnya sudah digusur, buat apa ngoceh-ngoceh," kata Prasetyo saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Jumat (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan umbar statement yang buat orang jadi tambah panas," ujar Taufik. (Baca: Ahok: Penggusuran Kampung Pulo Harus Tetap Jalan Meski Ricuh)
Misalnya saja saat menanggapi pembakaran alat berat yang dilakukan warga sebagai bentuk penolakan penggusuran. Menanggapi aksi anarkis tersebut Ahok naik pitam. Dia dinilai tidak mendinginkan suasana.
"Bakar saja terus. Kami akan kirimkan pasukan lebih banyak," kata Ahok, Kamis (20/8). (Baca: Alat Berat Dibakar, Ahok Tambah Personel ke Kampung Pulo)
Begitupun saat menanggapi insiden pemukulan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menurut dia, semua tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan bentuk dari perlindungan diri. (Baca: Soal Bentrok Kampung Pulo Ahok Sebut Satpol PP Juga Manusia)
"Kami tidak mau kekerasan. Kalau kamu nimpuk saya, saya tutupin gimana? Yang lempar duluan siapa?" kata Ahok, Jumat (21/8). "Kalau saya pukul kamu sekarang, kamu mau balas tidak kira-kira? Kamu hujat kan. Kamu pasti mikir," ujarnya.
(obs)