"Kami sudah diskusi dengan dinas sosial, kami ingin kerja sama dengan TNI, anak jalanan yang bandel, tidak mau dimasukan ke panti (sosial) tidak mau sekolah, kami masukin ke Rindam Kodam Jaya," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan ke depan TransJakarta akan sangat membutuhkan pegawai karena armadanya pun juga akan bertambah. Anak-anak jalanan yang sudah bisa dididik pun ditempatkan di sana dan bisa mendapatkan upah yang layak.
Sementara itu, untuk anak di bawah umur, kata Ahok, berencana akan mengirim mereka ke panti. Mendengar rencana Ahok, Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik mengatakan setuju dengan rencana Ahok yang ingin mengirim anak jalanan ke Markas Kodam Jaya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan.
Tapi, Taufik meragukan cara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengumpulkan anak-anak jalanan tersebut. Manurut Taufik hal ini harus diperhatikan lebih matang.
Politisi Partai Gerindra itu malah menyarankan agar Pemprov DKI mengarahkan anak jalanan ke Balai Latihan Kerja (BLK) agar mereka memiliki keterampikan khusus untuk bekerja.
"DKI Jakarta sebenarnya punya BLK yang banyak. Tidak usah Rindam, tanyakan saja pada mereka maunya apa, dia mau punya keahlian apa, ya masukkan ke BLK. Kemudian pikirkan perusahaan mana yang mau nerima," ujar Taufik. (sip)