Ahok Belum Bisa Pastikan Waktu Penggusuran Berikutnya

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 26/08/2015 13:21 WIB
Ahok Belum Bisa Pastikan Waktu Penggusuran Berikutnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama blusukan ke lokasi pembangunan jalur inspeksi di bantaran Kali Mookervart, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (9/4). (CNNIndonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah melakukan sosialisasi terhadap warga Bukit Duri yang akan menjadi target penggusuran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selanjutnya.

"Bukit Duri udah sosialisasi terus kok, sama dengan Kampung Pulo," kata Ahok di Kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (26/8).

Meski demikian, Ahok belum bisa memastikan waktu untuk penggusuran yang akan dilakukan di Bukit Duri. Hal ini juga berlaku di Bidara Cina yang juga menjadi target penggusuran. (Baca juga: Komnas HAM: Pengerahan Pasukan ke Kampung Pulo Berlebihan)


"Bukit Duri dan Bidara Cina kita sedang pelajari, nanti kita bongkar sesegera mungkin," kata Ahok.

Sebelumnya, Ahok menyebutkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan rumah susun untuk warga yang terkena dampak penggusuran. Ada dua rumah susun yang disiapkan yakni di Cipinang Besar Selatan (Cibesel) dan Pulo Gebang.

"Di Cibesel kalau tidak salah ada kira-kira 160 unit, yang di Pulo Gebang kalau tidak salah 150 unit," ujar Ahok kemarin. (Baca juga: Pakar Perkotaan: Rumah Ahok Harusnya Digusur Juga)

Kamis (20/8) pekan lalu, Ahok mengaku akan lebih dulu membereskan proyek penataan Kampung Pulo sebelum melakukan penggusuran di Bukit Duri maupun Bidara Cina.

Ahok menambahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melakukan pengecekan terhadap surat-surat yang dimiliki warga Bukit Duri dan Bidara Cina sebelum dipindah ke rumah susun. (Baca juga: Sengkarut Keadilan yang Diharapkan Warga Bantaran)

Namun, ia meyakini kedua warga di daerah tersebut tidak memiliki surat-surat kepemilikan lahan.

"Tetap sama kalau dia ada suratnya, tapi menurut teori kami tidak mungkin punya surat," ujar Ahok.

Ahok menekankan penggusuran yang kemarin dilakukan di Kampung Pulo sebagai bentuk reklamasi Sungai Ciliwung. Ia menjelaskan saat ini kondisi Sungai Ciliwung tinggal 3 meter, yang sebelumnya bisa mencapai 15-20 meter. Ahok menduga ada pendatang yang menguruk lahan yang kemudian dibangun dan menyewakannya lantas marah karena dibongkar. (Baca juga: Sekda: Kampung Pulo Akan Cantik Setelah Penggusuran)

"Berarti ada pendatang di luar Kampung Pulo dan Bukit Duri yang nguruk dengan sampah sungai Ciliwung. Setelah luas dia bikin bangunan dan dia sewain," tambah Ahok. (hel)