"Yang lama kalau semua sudah datang, buang-buangin saja. Atau diperbaiki, rekondisi, untuk jalan malam hari karena kan kita ingin 24 jam,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8). (Baca: Upaya Pengembangan Bus TransJakarta Dinilai Amburadul)
Ahok menuturkan, dengan perbaikan dan rekondisi maka bus dapat berjalan di malam hari dan meminimalkan persoalan mesin panas yang kerap dijumpai pada bus TransJakarta. Hal ini dikarenakan bus dapat keliling kota tanpa hambatan kemacetan lalu lintas Jakarta layaknya siang hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk beberapa koridor, seperti koridor satu sekarang udah di bawah tiga menit loh," ujar Ahok.
Sementara itu, Ahok juga mengakui masih banyak jalur yang belum steril seperti koridor 6 yang melayani rute Ragunan-Dukuh Atas karena kekurangan armada. Oleh karena itu, ia berupaya untuk segera menambah armada bus, walaupun belum dapat memastikan kapan armada itu akan datang.
Hingga saat ini PT TransJakarta memiliki 567 bus berbagai tipe yang siap beroperasi setiap hari. Sementara itu, jumlah bus yang beroperasi di lapangan setiap hari sebanyak 468 dengan berbagai tipe. (Baca: Ketua DPRD: Bus TransJakarta Sudah Banyak, Perbaiki Sistemnya)
Pemprov DKI Jakarta juga berencana akan memberlakukan tarif terintegrasi jika jumlah bus sudah cukup. Keinginan serupa juga disampaikan Ahok yang ingin menerapkan sistem pembayaran bus dengan model tiket berlangganan harian, mingguan, atau bulanan di ibu kota. (obs)