Menurut Robert, masalah di daerah merupakan isu jangka panjang sedangkan tim tersebut hanya merupakan solusi jangka pendek. Namun dia mengaku memang fungsi tim tersebut untuk mengawasi. (Lihat Juga: FOKUS Kebut Belanja APBN Tanpa Bocor)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim ini bukan pertama kali, 2006 juga pernah ada tim tapi tetap berulang," ujarnya.
"Akan bahaya ketika uang mengalir deras tapi tidak diawasi karena bisa berujung inefisiensi atau bahkan korupsi," kata Robert.
Sementara itu, anggota Badan Anggaran DPR RI Eka Sastra mengatakan bukan hanya penyerapan anggaran yang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu melainkan pendapatannya pun mengalami hal yang sama.
"Ini adalah siklus tahunan yang diawali oleh penyerapan yang rendah oleh daerah, semester satu ini pendapatannya 39,6 persen sedangkan belanja atau penyerapannya 39,1 persen," kata Eka di kawasan Menteng, Sabtu (29/8).
Dari jumlah tersebut, Eka mengungkapkan bahwa rendahnya penyerapan justru bukan terjadi di daerah, melainkan di pemerintah pusat. Penyerapan oleh kementerian dan lembaga menjadi yang paling disoroti. (utd)