Jokowi Delegasikan Urusan Penenggelaman Jatigede ke Menteri

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 31/08/2015 15:24 WIB
Jokowi Delegasikan Urusan Penenggelaman Jatigede ke Menteri Foto udara Waduk Jatigede yang belum tergenang air di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (1/8). (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Jokowi belum berencana mengunjungi Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang mulai digenangi hari ini, Senin (31/8).

“Yang jelas satu minggu ke depan belum akan ke Jatigede,” kata Pram –sapaan Pramono– di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Baca juga: Desa di Jatigede Mulai Ditenggelamkan, Jokowi Batal Hadir)

Terkait ketidakhadiran Jokowi dalam peresmian pengairan Waduk Jatigede, Pram mengatakan sejak awal yang direncanakan hadir di Sumedang memang Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.


“Beliau (Jokowi) waktu itu diundang untuk hadir, tapi beliau mendelegasikan kepada Menteri PU untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada (di Jatigede),” ujar Pram.

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu yakin berbagai permasalahan yang tersisa di Jatigede dapat terselesaikan melalui musyawarah yang melibatkan banyak tokoh.

Pengairan Waduk Jatigede selalu tertunda sejak era Soekarno karena berbagai persoalan, misalnya pembebasan lahan warga dan kekhawatiran atas dampak sosial yang ditimbulkan.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat mencatat, sedikitnya terdapat 20 Sekolah Dasar yang bakal tenggelam akibat pengairan Jatigede. Siswa dari kedua puluh SD itu pun mesti direlokasi dan hal itu membutuhkan biaya.

Selain itu, situs-situs kuno Kerajaan Sumedang Larang yang berjumlah lebih dari 20 akan ikut tenggelam oleh Jatigede. (Baca selengkapnya: Jatigede Akan Tenggelamkan Puluhan Situs Sejarah)

Sementara terkait ganti rugi terhadap masyarakat terdampak, Kepolisian Daerah Jawa Barat menyatakan tinggal lima persen warga yang belum mendapatkan ganti rugi karena belum melengkapi data yang diperlukan.

Kepolisian mengimbau kepada masyarakat terdampak pembangunan Waduk Jatigede yang belum mendapatkan uang ganti rugi untuk segera melengkapi dokumen-dokumennya. Sementara bagi warga yang tidak memiliki dokumen sah kepemilikan tanah maupun bangunan, diminta untuk mematuhi hukum yang berlaku.

Penggenangan Waduk Jatigede seluas hampir 5 ribu hektare ini diprediksi menghabiskan waktu 200 hari. Waduk ini nantinya akan digunakan untuk mengairi 90 ribu hektare sawah di wilayah Cirebon, Indramayu, dan Majalengka, serta sebagai daya bagi pembangkit listrik 110 megawatt. (agk/agk)