"Semua sekarang kebijakan pemerintah. Semua lahan yang dibebaskan itu untuk kebutuhan proyek pemerintah, itu pasti tidak merugikan orang, malah menguntungkan. Karena, misalkan harga tanahnya 10, pemerintah beli 15," kata JK sebelum meninggalkan kantornya, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, proyek Waduk Jatigede selalu tertunda sejak era Soekarno karena tersandung berbagai persoalan, misalnya pembebasan lahan warga dan kekhawatiran atas dampak sosial yang ditimbulkan. (Baca: Waduk Jatigede, Hasil Kegagalan Dialog Negara dan Rakyatnya)
Selain itu, situs-situs kuno Kerajaan Sumedang Larang yang berjumlah lebih dari 20 akan ikut tenggelam oleh Jatigede. (Baca: Penggenangan Jatigede Lancar, Polisi Kerahkan 500 Personel)
Sementara terkait ganti rugi terhadap masyarakat terdampak, Kepolisian Daerah Jawa Barat menyatakan tinggal lima persen warga yang belum mendapatkan ganti rugi karena belum melengkapi data yang diperlukan.
Kepolisian mengimbau kepada masyarakat terdampak pembangunan Waduk Jatigede yang belum mendapatkan uang ganti rugi untuk segera melengkapi dokumen-dokumennya. Adapun bagi warga yang tidak memiliki dokumen sah kepemilikan tanah maupun bangunan, diminta untuk mematuhi hukum yang berlaku.
Sementara itu, penggenangan Waduk Jatigede seluas hampir 5 ribu hektare ini diprediksi menghabiskan waktu 200 hari. Waduk ini nantinya akan digunakan untuk mengairi 90 ribu hektare sawah di wilayah Cirebon, Indramayu, dan Majalengka, serta sebagai daya bagi pembangkit listrik 110 megawatt.
(obs/obs)