Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurrahman, mengatakan kesepakatan itu adalah kerja bersama untuk mendorong kepolisian tidak memublikasikan sebuah kasus pidana sebelum perkara tersebut tuntas diselidiki.
"Penanganan kasus selesai dulu sampai tuntas, baru disampaikan," ujar Hamidah, Kamis (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut menuturkan, kegaduhan merupakan tindakan penegak hukum yang tidak cermat dan bijak dalam menangani dugaan penyelewengan uang negara.
"Silakan kalau ada buktinya, itu malah harus. Tidak berarti, pemerintah tidak ingin kasus penyelewengan keuangan negara tidak ditangani, tapi kan bisa dengan cara yang lebih enak. Bisa dicari format yang bagus," ujar Luhut.
Saat dikonfirmasi, Luhut membantah kegaduhan yang ia sebut berkaitan dengan penggeledahan para penyidik Badan Reserse Kriminal Polri terhadap PT Pelabuhan Indonesia II yang dipimpin Richard Joost Lino. "Ini tidak ada hubungannya dengan Lino," tuturnya.
Dalam kesempatan berbeda, pagi tadi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan pemerintah akan menindak pihak-pihak yang menghambat perekonomian nasional.
"Pemerintah memberikan kesempatan kepada pengusaha dan BUMN, tetapi jangan mendikte atau melawan pemerintah," katanya.
Soal penggeledahan kepolisian ke kantor PT Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta, pekan lalu, Tjahjo yakin kepolisian melakukannya dengan syarat administratif yang sah dan alat bukti yang cukup. (meg)