"Saya enggak tahu, itu mungkin total semua. Kami akan cek," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Rabu (9/9). (Baca juga: Ratusan Juta Biaya Pidato Ahok Dipersoalkan Dewan)
“Kami akan cek, harusnya udah dipangkas. Dulu kan bayar orang luar, sekarang kami enggak. Makanya kita mau tau itu naskahnya siapa, bayarnya kemana," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi banyak PNS itu hampir enggak kerja sebetulnya. Jadi hampir semua yang kerja di DKI Jakarta itu hampir 50 ribu itu PHL dan PNS 72 ribu, yang kerja betul-betul itu adalah PHL yang disuruh-suruh," ujar Ahok.
Adanya biaya itu menimbulkan pertanyaan, sebab secara faktual, banyak pidato Ahok tak menggunakan naskah,” kata Bestari saat dihubungi CNN Indonesia.
Rencananya, DPRD bakal merekomendasikan pencoretan mata anggaran yang dinilainya tak rasional ini. Bukan hanya satu, menurutnya, masih banyak mata anggaran yang perlu ditinjau ulang.
Saat ini Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi sedang melakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun 2016. (sip)