Kemarahan Luhut terlihat misal saat mengetahui absennya Gubernur Kalimantan Selatan Tarmizi Abdul Karim. Tarmizi ialah satu dari enam gubernur yang diundang dalam rapat tersebut.
Alih-alih sang Gubernur yang datang, ia diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan yang mengaku hanya diperintah hadir tanpa tahu di mana keberadaan Tarmizi saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Keadaan ini kan tanggap darurat. Jadi jangan diwakil-wakilkan. Ini soal rakyat. Saya minta ke depannya jangan ada perwakilan. Kepalanya harus datang," kata Luhut.
Luhut meminta seluruh pimpinan pusat dan daerah yang diundang, dapat menghadiri rapat koordinasi kebakaran hutan yang rencananya akan kembali digelar pekan depan.
"Saya minta kepala daerah untuk tidak diwakili apabila masih hidup," ujar Luhut.
Dalam rapat tersebut, Luhut memperingatkan para kepala daerah untuk menanggapi serius persoalan kebakaran hutan. Ia berkali-kali mengeluarkan nada tinggi saat memimpin rapat.
“Tindak tegas pelakunya karena masalah kebakaran hutan dan lahan telah terjadi berulang-ulang. Saya minta kepala daerah tidak main-main!” kata Luhut.
Rapat itu juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki. (agk)