Hampir tiga tahun membela Anas, banyak pelajaran yang diberikan Bang Buyung - sapaan akrab Adnan Buyung- baik kepada kliennya ataupun pada tim kuasa hukum Anas yang lain.
Menurut Firman, hubungan Anas dan Bang Buyung telah terjalin jauh sebelum sang mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut terjerat kasus korupsi. Firman mengatakan bahwa hubungan keduanya sudah terjadi sejak masa-masa Anas masih menjadi komisioner di Komisi Pemilihan Umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Firman juga memiliki kenangan tersendiri terhadap sosok Bang Buyung yang menjadi koleganya selama membela Anas. Satu wasiat utama yang ditanamkan kepadanya adalah soal ketegasan Buyung sebagai advokat.
"Namun saya belajar banyak dari beliau bahwa perjuangan keadilan tidak mengenal waktu dan dalam situasi apapun. Jika prinsip keadilan harus ditegakkan maka tidak ada kata selain melawan dan berjuang," katanya.
Sebelumnya Adnan Buyung meninggal Rabu (23/9) sekitar pukul 10.14 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia wafat pada usia 81 tahun. Buyung sempat menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum periode 2007 hingga 2009 saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden.
Buyung juga pernah menjadi Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia periode 1981-1983. Konsultan Hukum Adnan Buyung & Associates yang dia dirikan sejak 1969 sampai saat ini masih terus menangani sejumlah kasus hukum. (utd)