Sejak giginya dicabut, Bang Buyung - sapaan akrab Adnan- ogah makan dan hanya mau mengonsumsi makanan cair. Bang Buyung pun harus menjalani perawatan di Ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) setelah penyakit asam lambungnya naik dan menyebabkan ritme jantung tak beraturan.
Lihat juga:Secarik Wasiat Terakhir dari Bang Buyung |
Memasuki hari Senin (21/9) kondisi kesehatan Bang Buyung mulai berangsur baik. Meski belum bisa berbicara secara verbal melalui mulut, Bang Buyung hari itu tampak bersemangat menimpali obrolan kolega dan keluarga yang menemaninya lewat tulisan tangan pada carikan kertas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas arahan dokter, pihak keluarga pun menjanjikan untuk melepas selang pada siang hari.
Jawaban yang didapat adalah belum. Kini Bang Buyung dijanjikan baru bisa melepas selang sekitar pukul 17.00 WIB.
Maka pada jam yang dijanjikan, Bang Buyung tak lagi bertanya.
"Waktu itu Bang Buyung hanya menulis dua kata dan satu tanda baca: 'Copot Selang!'," kata Rika.
Tapi hal itu tak bertahan lama. Pada malam harinya, kondisi Bang Buyung kembali memburuk. Dia bahkan diuap menggunakan mesin nebulizer sebelum kembali dipasangi selang alat bantu pernapasan sekitar pukul 01.00 WIB Rabu dini hari (23/9).
Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, pihak rumah sakit menyatakan Bang Buyung dalam kondisi sangat kritis. Pihak keluarga membaca hal itu sebagai tanda yang tidak terelakkan.
Sampai akhirnya, sekitar pukul 10.15 WIB, ajal menjemput Bang Buyung, yang dikenal koleganya sebagai pembela rakyat jelata.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, Bang Buyung sempat mencatatkan wasiat untuk keluarganya:
"Jaga mama, jaga keluarga, kompak selalu." (utd)