Hal ini sebelumnya juga telah dipastikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. "Presiden akan hadir di acara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Beliau sebagai inspektur upacara," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengungkapkan, Jokowi meminta seluruh menteri Kabinet Kerja untuk menghadiri upacara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kesatuan upacara kali ini berjumlah 1.029 peserta yang terdiri atas Pasukan Upacara TNI dan Polri; Pasukan Upacara Mahasiswa, KNPI, dan Pramuka; serta Pasukan Upacara pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK.
Tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 153/Tahun 1967 tentang Hari Kesaktian Pancasila. Hari tersebut ditetapkan oleh pemerintah untuk menanamkan pesan di hati seluruh masyarakat Indonesia bahwasanya Pancasila, sebagai ideologi negara tidak akan pernah tergantikan oleh paham apapun di Bumi Pertiwi.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini terasa istimewa karena merupakan peringatan ke-50 tahun Kesaktian Pancasila. Oleh karena itu, tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini adalah Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila. Tema tersebut dimaksudkan agar dalam 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Indonesia dapat lebih bekerja keras dalam mengamalkan Pancasila. (rdk)