Gugur Bunga Iringi Jokowi ke Lokasi Sejarah Lubang Buaya

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2015 09:30 WIB
Jokowi mengunjungi Lubang Buaya, Rumah Penyiksaan, Pos Komando, dan terakhir Monumen Nasional Lubang Buaya. Salah satu lokasi di Lubang Buaya yang disebut menggambarkan peristiwa Gerakan 30 September. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10). Ini merupakan kali pertama ia memimpin upacara tersebut.

Selepas upacara, lagu-lagu Gugur Bunga, Pancasila Rumah Kita, dan Syukur diperdengarkan mengiringi langkah Jokowi menuju sejumlah titik yang menjadi peristiwa sejarah di Lubang Buaya yang dikenal dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Jokowi lantas bergegas mengunjungi Lubang Buaya, Rumah Penyiksaan, Pos Komando, dan terakhir Monumen Nasional Lubang Buaya.


Upacara dimulai dengan salam kebangsaan yang ditandai dengan dinyanyikannya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Komandan Upacara hari ini Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Dwiyono lalu memimpin penghormatan kepada sang Inspektur Upacara dan memberikan laporan.

Acara dilanjutkan dengan dinyanyikannya lagu Mengheningkan Cipta yang dipimpin oleh Jokowi. "Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa, mengheningkan cipta dimulai," ujar sang kepala negara.

Setelah prosesi mengheningkan cipta, dibacakan Teks Pancasila oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang langsung dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan UUD RI 1945 dilakukan oleh Ketua DPD Irman Gusman.

Acara berlanjut dengan pembacaan dan penandatangan Ikrar oleh Ketua DPR RI Setya Novanto dan pembacaan doa yang disampaikan oleh Dirjen Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama Machasin.

Acara kemudian ditutup dengan laporan komandan upacara dan penghormatan kebesaran serta salam kebangsaan dengan dinyanyikannya kembali Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Untuk kesatuan upacara pada kali ini berjumlah 1.029 peserta yang terdiri atas Pasukan Upacara TNI dan Polri; Pasukan Upacara Mahasiswa, KNPI, dan Pramuka; serta Pasukan Upacara pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK.

Sedangkan yang tampil sebagai paduan suara (Aubade) adalah siswa-siswi dari 5 sekolah, yakni SMA 78 Jakarta, SMA Kristen 3 Penabur, SMA 39 Jakarta, SMA 49 Jakarta, dan SMA 34 Jakarta. Untuk orkestra diisi oleh SMKN 2 Kasihan, Bantul, Yogyakarta. (rdk)