TNI Demo Tempur Berpeluru Tajam, Pelayaran Merak Berhenti

Abraham Utama, CNN Indonesia | Senin, 05/10/2015 07:12 WIB
TNI Demo Tempur Berpeluru Tajam, Pelayaran Merak Berhenti Pasukan Katak berpatroli di perairan Merak, tak jauh dari KRI Banjarmasin di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, 4 Oktober 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Cilegon, CNN Indonesia -- Seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Merak, termasuk kegiatan di Depo Liquid Petroleum Gas (LPG) Tanjung Sekong Merak, akan berhenti selama upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 digelar di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten.

Kegiatan pelayaran dihentikan karena TNI akan menggelar demonstrasi pertempuran menggunakan peluru tajam. Ada puluhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan ribuan prajurit yang terlibat dalam HUT TNI kali ini.

Alutsista yang dikerahkan TNI antara lain enam tank Scorpion, empat tank Tarantula, sembilan Sukhoi Su-27, enam pesawat KT-1B Wong Bee, dua kapal perang klas Sigma, dan satu kapal selam.


Upacara akan dimulai pukul 09.00 WIB. Saat ini masyarakat yang antusias hendak menonton demo tempur TNI mulai memenuhi Pelabuhan Kiat.

Tati (43), warga Kecamatan Cibeber, Cilegon, berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB bersama keempat rekannya. Mereka tampak antusias.

"Saya belum pernah melihat parade tentara. Jadi saya semangat ingin lihat. Ini pengalaman pertama saya nonton demo tempur," ujar Tati.

Panitia penyelenggara HUT TNI menyediakan dua panggung untuk masyarakat. Masing-masing panggung dapat menampung sekitar seribu penonton. Kedua panggung itu didirikan di sebelah kanan dan kiri panggung utama.

Sementara panggung utama disediakan bagi tamu undangan yang terdiri dari pimpinan lembaga negara dan perwakilan negara sahabat.

Setiap warga yang hadir di area upacara mendapat suvenir berupa kaos dan tas. Mereka juga memperoleh nasi kotak. Seluruhnya gratis.

Panitia saat ini telah menutup jalan menuju dan dari Pelabuhan Indah Kiat. Jalan akan kembali dibuka setelah upacara selesai sekitar pukul 12.00 WIB.

Pelabuhan Indah Kiat yang menjadi lokasi upacara merupakan milik PT Indah Kiat Pulp and Paper, anak perusahaan Asia Pulp and Paper yang dikelola Grup Sinar Mas.