Drama kolosal yang digelar selama kurang lebih 30 menit, diawali dengan kelahiran Jenderal Sudirman di Desa Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, pada 24 Januari 1916.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertempuran tersebut, banyak prajurit tewas. Namun perjuangan rakyat dinilai tidak sia-sia karena berhasil memenangi pertempuran melawan penjajah.
Beberapa saat kemudian, Jenderal Sudirman pun tumbang. Ia meninggal karena sakit. Lagu Gugur Bunga berkumandang membahana di sekitar lapangan upacara.
Peserta upacara tampak antusias menyaksikan drama tersebut. Dalam pertunjukan, peserta dapat melihat berbagai atribut TNI seperti kendaraan tempur, senjata hingga bendera merah putih berbagai ukuran. Desingan peluru dan dentuman peledak dibuat seakan-akan nyata.
Upacara peringatan HUT TNI kali ini turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama selaku inspektur upacara, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksamana, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian, serta beberapa pejabat Pemprov DKI Jakarta seperti Kepala Dinas Perhubungan Andriyansah, Kepala Satpol PP Kukuh Hadisantosa, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartono, serta beberapa organisasi masyarakat yang ada di Jakarta.