"Alhamdulillah sudah ditemukan, di Luwu," kata Frans.
Menurut kepolisian pesawat ditemukan berkat informasi dari masyarakat lokal. “Lokasi temuan ada di pegunungan,” kata Frans
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat tersebut dijadwalkan menempuh perjalanan selama 70 menit dan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pukul 15.39 WITA. Namun dalam perjalanan pesawat itu hilang kontak dan baru dipastikan ditemukan sekarang.
Pencarian lewat udara juga dimaksimalkan dengan menggunakan dua pesawat jenis fixed wing milik Aviastar untuk menyisir laut. Adapun dua pesawat helikopter lainnya akan digunakan untuk menyisir wilayah daratan.
Pencarian di wilayah laut meliputi Sektor 6, 7, dan 8 yang berada di Teluk Bone dan Siwa, Sulawesi Selatan. “Tiga sektor tersebut merupakan perluasan wilayah pencarian,” kata Mayor Laut Pelaut Candra Budiharjo, pilot helikopter milik Basarnas saat ditemui di Makassar.
avia
Deputi Bidang Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Mayor Jenderal Heronimus Guru menjelaskan kumpulan awan padat yang menjulang di langit itu menyulitkan pesawat berjenis fixed-wing untuk menyisir lokasi pencarian.
Meski demikian, hadirnya awan yang menjadi pemicu jatuhnya pesawat AirAsia akhir tahun lalu itu tidak menghalangi pencarian udara dengan menggunakan helikopter yang mampu terbang lebih rendah. (sip)