"Kita perlu prihatan karena Jakarta sudah menjadi market yang sangat potensial, dan ini sangat berpengaruh terhadap generasi muda kita," ujar Tito di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (8/10).
Tito menuturkan saat ini para pengedar narkotik tidak lagi menyasar orang kaya sebagai korbannya. Menurut dia, peredaran narkotik telah merambah ke semua lini masyarakat, tanpa terkecuali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapakan mendapat perhatian dan pemerintan meningkatkan fokusnya. Karena narkotika merupakan musuh nasional kita," ujar Tito.
"Prinsipnya jangan sampai anggota kita gelap mata. Lebih baik cepat-cepat diberangus," ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memusnahkan narkotik senilai Rp1,2 triliun di Pusat Pemusnahan Dokumen di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (8/10). narkotik-narkotik itu disita dari jaringan internasional dan nasional dalam kurun tiga bulan terakhir, Juli sampai September.
Direktur Polda Metro Jaya Komisaris Besar Eko Daniyanto mengatakan narkotik-narkotik tersebut berasal dari 1.278 kasus tindak pidana.
"Polda Metro bekerja sama dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta dan Polres Jakarta Barat beserta jajaran. Jumlah tersangka sebanyak 1.562 orang," ujar Eko di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Dari ribuan tersangka, Polda Metro Jaya berhasil menyita 672,84 kilogram sabu-sabu dan 641.451 butir ekstasi, 26,1 kilogram dan kethamin 2,5 kilogram.
(obs/obs)