Indonesian Corruption Watch (ICW) menjadi salah satu organisasi yang menganggap Jokowi masih memiliki kekurangan selama memerintah Indonesia. ICW memfokuskan pada kurangnya penerapan Nawa Cita dalam program-program pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eson, beberapa peristiwa yang melibatkan pemerintah memperlihatkan bahwa mereka lamban dalam melakukan penanganan. Mulai dari peristiwa pemilihan Kapolri yang melibatkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan hingga rencana revisi Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Saya melihat pemerintahan masih semu otonom karena untuk memilih kabinet saja masih bergantung pada partai pendukung," katanya.
Hal tersebut, diakui Eson menjadikan posisi Jokowi seperti tak memiliki independensi hingga akhirnya pilihan dia jatuh pada pihak moderat. Oleh karena itu, Eson mewakili ICW mendesak agar Jokowi bisa lepas dari bayang-bayang partai politik pendukungnya.
"Seringkali Jokowi malah dikerjai anak buahnya, termasuk partainya sendiri," kata dia. (tyo)