Pembongkaran dilakukan menyusul batas kesepakatan waktu yang jatuh pada Senin (19/10). Dengan demikian pembongkaran sesuai dengan kesepakatan dalam rapat mediasi yang telah digelar beberapa kali.
Awalnya pemerintah menawarkan pembongkaran tersebut dilakukan oleh pihak pengurus gereja sendiri. Namun kemudian disepakati yang melakukan pembongkaran adalah petugas Satpol PP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu sekolah di Aceh Singkil sudah kembali melakukan kegiatan belajar mengajar sejak Jumat lalu. Namun hingga Senin belum semua murid masuk ke sekolah. Seperti yang terjadi di SD Siatas, Simpang Kanan, di sekolah ini hanya puluhan siswa yang datang ke sekolah.
Di sekolah dasar tersebut dari 320 siswa hanya puluhan yang masuk sekolah. Padahal para guru sudah mensosialisasikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Bahkan sebagian guru sudah mendatangi rumah siswa untuk mengajak masuk sekolah.
Pihak sekolah berencana setelah para siswa kembali lagi masuk sekolah akan membuat permainan untuk mengembalikan mental murid agar melupakan peristiwa kerusuhan.
Sejak terjadinya kerusuhan pada 13 Oktober lalu, beberapa sekolah kosong ditinggalkan muridnya. Para siswa sebagian ada yang ikut mengungsi bersama orang tuanya ke wilayah Sumatera Utara.
(obs)