Menurut Marihot Simbolon, koordinator pengungsi, mengatakan saat ini bantuan mulai berdatangan ke pengungsian. Marihot mengatakan dia bersama pengungsi lainnya belum mendapat instruksi untuk pindah. Hanya saja, tokoh agama mendapatkan undangan dari Bupati Aceh Singkil, Safriadi, untuk proses rekonsiliasi.
Marihot menjelaskan warga tidak mau kembali ke Aceh Singkil karena situasi dianggap belum kondusif. Jaminan keamanan pun menjadi tuntutan warga jika harus kembali ke daerahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Lima Tersangka Kerusuhan Singkil Buron |
Senada dengan Marihot, Ernawati, pengungsi lainnya, membenarkan belum adanya instruksi dari pemerintah atau petugas setempat untuk kembali ke Aceh Singkil.
"Pengungsi yang keluar dari daerah Singkil lari ke daerah Pakpak sudah diminta kembali ke daerahnya," kata Luhut usai menghadiri pelantikan pejabat baru di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut data Kepolisian, pengungsi di Kabupaten Pakpak Bharat berjumlah 976 orang yang terdiri dari 328 kepala keluarga. Pengungsi ditempatkan di Kantor Kecamatan Sibagindar, sekolah, rumah penduduk, dan tenda-tenda yang didirikan Pemda. Sementara itu, terdapat sedikitnya 3.433 pengungsi di Tapanuli Tengah yang terbagi dalam lima titik pengungsian. Lokasi pengungsian yakni sekolah dan Gereja HKBP serta Paroki. (utd)