"Beliau berpesan bahwa memang harus ditangani dengan serius, terfokus, dan penuh kehati-hatian, karena persoalan Aceh tentu dalam kaitannya dengan yang dalam beberapa hari kemarin terjadi di Singkil itu tidak sepenuhnya adalah persoalan agama," ujar Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).
"Ini yang sedang didalami. Kami di Kemenag sejak beberapa hari yang lalu sudah mengirimkan beberapa staf ke sana, dari litbang, dari bimas (bimbingan masyarakat), baik bimas kristen maupun bimas islam, juga kanwil dan Kakemenag kita di Kabupaten Aceh Singkil untuk melakukan pendalaman terhadap persoalan tadi," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, sebuah insiden kerusuhan terjadi di Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (13/10). Kerusuhan bermula ketika sekelompok orang bersenjata tajam mendatangi salah satu gereja di Desa Suka Makmur dan membakarnya.
Massa yang berjumlah ratusan orang itu, menurut Bupati Aceh Singkil Safriadi, membakar satu bangunan gereja dan satu undung-undung atau rumah ibadah berukuran kecil. Ketika hendak menuju lokasi ketiga, mereka dicegat oleh polisi dan tentara.
Lihat juga:Polisi Kejar Tersangka Baru Rusuh Singkil |