Kepala Humas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Jerry Sumampouw memandang pentingnya keterlibatan kelompok agama dalam pemilu. Keterlibatan mereka bukan untuk politik praktis, tapi untuk menyatakan politik moral.
"Pemilu dibajak oleh para politikus yang mengabaikan moralitas, karena itu kompetisi pilkada menjadi ajang untuk semata-mata merebut kekuasaan," kata Jerry di Grha Oikoumene, Salemba, Jakarta kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Majelis Petimbangan Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia Nus Reimas mengatakan bahwa agama memiliki peran penting untuk meletakkan nilai dasar etika dan moral karakter bangsa. Jika peran agama tidak berfungsi, tambahnya, maka bangsa ini akan mengalami kemunduran moral.
"Kita kadang terjebak dalam kepentingan. Agama dipakai oleh politisi untuk kepentingan politik. Yang kita mau supaya pemimpin agama manapun harus berdiri secara tepat untuk memberi pencerahan," katanya.
Lihat juga:Pemerintah Yakin Siap Gelar Pilkada Serentak |
Sekretaris Eksekutif Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Edy Purwanto berpendapat, ketegangan akan muncul saat Pilkada berlangsung. Namun dia berharap konflik bisa diminimalisir untuk menunjukkan kedewasaan politik masyarakat.
"Harapannya agar masyarakat menggunakan kesempatan untuk terlibat proses berdemokrasi dan menjaga diri supaya perhelatan politik ini menjadi perhelatan yang menunjukkan kedewasaan berdemokrasi di negara kita," kata Romo Edy.
Sementara pimpinan Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia Daniel Agung Samudra menyerukan agar seluruh umat kristiani mengedepankan kasih dan damai, serta tidak memaksakan kehendak demi calon pasangan yang didukung.
"Jangan sampai kita dimanfaatkan, tapi kita harus menjadi manfaat bagi masyarakat," katanya. (sur)