Musim Hujan Tiba, Jakarta Keluhkan Pompa Tersumbat Sampah

Eky Wahyudi, CNN Indonesia | Senin, 09/11/2015 19:17 WIB
Musim Hujan Tiba, Jakarta Keluhkan Pompa Tersumbat Sampah Petugas membersihkan sampah yang tersangkut pada alat penyaring di Waduk Pluit, Jakarta Utara. (ANTARA/Vitalis Yoga Trisna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pompa di Jakarta yang disiapkan untuk mengatasi banjir rusak dan tidak berfungsi optimal akibat tersumbat sampah. Hal itu dikeluhkan oleh Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Tri Djoko Sri Margianto, Senin (9/11).

Pompa-pompa tersebut menggunakan penyaring yang ukurannya disesuaikan agar tidak menghambat aliran air. “Kalau kami pakai saringan yang kecil, nanti menghambat aliran air. Jadi saringannya agak besar," kata Djoko di Balai Kota DKI Jakarta.

Menurut Djoko, pompa-pompa itu rusak karena tersumbat banyak sampah. Sementara, ujarnya, pembersihan atau pengerukan sampah di sungai, waduk, atau saluran air merupakan tanggung jawab Dinas Kebersihan DKI Jakarta.


"Pompa kami rusak akibat tersumbat sampah dan lumpur. Di Teluk Gong, pompa kami tersumbat ban bajaj. Di Kali Ancol, kasur lipat nyangkut (di pompa)," ujar Djoko.
Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan terkait pengangkutan sampah-sampah tersebut.

"Terkadang walau siang sudah dibersihkan, malamnya sampah sudah banyak lagi. Jadi mau-tidak mau kami menurunkan orang untuk membersihkan," ujar Djoko.

"Tapi kami sudah koordinasi, musim hujan begini frekuensi (pembersihan sampah) ditambah. Biasanya satu truk, nanti bisa dua sampai tiga truk. Bahkan Pak Gubernur minta nonstop," kata Djoko.

Menurut Djoko, pihaknya telah menyiapkan 166 pompa untuk mengatasi titik-titik air di Jakarta selama musim hujan.

Sebelumnya, akibat pompa rusak, banjir setinggi satu meter terjadi di wilayah Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).  Hal tersebut diperparah dengan matinya kamera pengawas atau CCTV di wilayah tersebut. (agk)