Kubu Agung Nilai Kasus Setya Novanto Tak Akan Ganggu Munas
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Selasa, 17 Nov 2015 13:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar kubu Agung Laksono, Dave Laksono menilai dinamika pencatutan nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, tidak mengganggu stabilitas kader di daerah.
"Saya tidak melihat ini mengganggu apapun. Soal Munas, saya mendukung semua calon yg ada," ujar Dave di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Selasa (17/11).
Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah menentukan waktu kapan musyawarah nasional dilaksanakan. Pihak Agung Laksono meminta agar Munas dilaksanakan paling lambat tahun 2016. Di lain pihak kubu Aburizal Bakrie berkeras jika Munas baru bisa digelar pada 2019.
Sementara pihak Aburizal Bakrie menginginkan Munas pada tahun 2019, yakni setelah kepengurusan hasil Munas Bali 2014 lalu berakhir.
"Munas kan belum jelas. Jadi Pak Ical, Pak Nov dan seluruh jajaran segera berembuk dan menentukan kapan Munas," katanya.
Berdasarkan transkripan yang beredar, Setya Novanto sempat menyebutkan nama Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan.
Menanggapi hal tersebut, Dave mengaku tidak tahu keterlibatan Luhut dalam hal ini. Termasuk, apakah Setya Novanto mendapatkan dukungan Luhut nantinya di bursa pemilihan ketua umum Partai Golkar.
"Saya tidak tahu keterlibatan Pak Luhut secara mendalam dan jauh. Saya hanya berharap semua nama yang disebutkan, dapat membuktikan apakah itu benar atau salah," tuturnya. (bag)
"Saya tidak melihat ini mengganggu apapun. Soal Munas, saya mendukung semua calon yg ada," ujar Dave di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Selasa (17/11).
Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah menentukan waktu kapan musyawarah nasional dilaksanakan. Pihak Agung Laksono meminta agar Munas dilaksanakan paling lambat tahun 2016. Di lain pihak kubu Aburizal Bakrie berkeras jika Munas baru bisa digelar pada 2019.
Lihat juga:Jejak Kontroversi Ketua DPR Setya Novanto |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu keterlibatan Pak Luhut secara mendalam dan jauh. Saya hanya berharap semua nama yang disebutkan, dapat membuktikan apakah itu benar atau salah," tuturnya. (bag)