Koalisi Rakyat untuk Keadilan Nelayan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Radio Antarpenduduk Indonesia merupakan empat lembaga di antaranya.
Selain empat lembaga swadaya masyarakat tersebut, dua lembaga pendidikan tinggi, yaitu Universitas Surya dan Universitas Trisakti juga ikut menandatangani nota kerja sama yang secara seremonial digelar di kantor Bakamla, Jakarta, Rabu (18/11).
Kepala Bakamla Laksamana Madya Desi Albert Mamahit mengatakan, kerja sama ini dilakukan sebagai upaya untuk tetap menjaga potensi kelautan Indonesia. Menurutnya, masyarakat yang setiap harinya bergelut di perairan merupakan pihak yang paling mengerti kondisi faktual laut Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwira tinggi TNI Angkatan Laut itu menuturkan, sebelum ini Bakamla juga telah menjalin hubungan dengan masyarakat pesisir. Mamahit menyebut, pembagian ribuan jaket keselamatan bagi para nelayan merupakan upaya mereka mempererat kerja di sektor kemaritiman.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal KNTI Riza Damanik berharap penandatanganan nota kerja sama tersebut akan secara signifikan mengurangi tingkat pencurian dan penangkalan ikan secara melawan hukum.
"Praktek pencurian ikan harus berkurang. Buat apa ada MoU kalau pencurian ikan tambah banyak," ucapnya. Riza mengatakan, pelibatan masyarakat yang makin masif seharusnya berdampak positif terhadap perang terhadap pencurian ikan.
Riza memaparkan, dengan meminimalkan pencurian dan penangkapan ikan secara tidak sah, pemerintah sebenarnya secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama nelayan. (sur)